Butet Kartaredjasa (aktor) :

Awalnya saya termasuk "forex phobia". Dengar ajakan masuk ke forex langsung: No!!! Tidak!!! Soalnya, sebelumnya saya pernah mencicipi bagaimana pahitnya terjerumus dalam bisnis index hangseng. Saya mengalami kerugian yang suuaangaaaat besar. Besar sekali duit hilang di situ. Saya sudah bonyok-bonyok, dan sudah berikrar tak akan lagi bersinggungan dengan index hangseng atau sejenisnya, termasuk "binatang" forex itu.

Tapi, belakangan hari, setelah saya menjenguk bagaimana bisnis ini dijalankan melalui ‘kelas berbagi’ selama 4 hari, saya jadi ngeh. Ternyata saya tidak perlu takut. Malah saya melihat peluang bahwa seseorang bisa menyelamatkan kehidupan ekonominya dari trading di forex. Apalagi, di era digital sekarang ini, prospek bisnis online...  baca selengkapnya

baca testimonial lainnya

Overview

Industri berjangka di Indonesia sudah semakin berkembang sesuai dengan jamannya. Dukungan dari pemerintahpun semakin jelas dalam bentuk peraturan maupun sarana penjamin bagi keamanan nasabah. Pengembangan dari instrumen investasipun semakin menunjukkan perbaikan untuk kepentingan dan kemudahan bagi para pelakunya. Dalam hal ini yang dimaksud pelaku adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnisnya yang berfungsi sebagai fasilitator ataupun pelaku dalam hal ini adalah nasabahnya atau pengguna dari bisnis yang disediakan oleh perusahaan pialang...

baca selengkapnya


  
  


AFFILIATES

Jikustik
HD Capital
Shooter Billiard and Lounge
Harumdana Berjangka
Harumdana Berjangka

 

 

Headline News: Nasabah Tidak Puas dengan Proses Mediasi dari PT Asia Kapitalindo
Menanti Berkah Inflasi

Bank Indonesia (BI) memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin. Penurunan suku bunga acuan untuk kedelapan kalinya sejak September 2008 itu pun diyakini akan menggairahkan kembali transaksi saham di lantai bursa.

Demikian ungkap Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing. Menurutnya, turunnya BI rate ini juga akan memacu penyaluran kredit perbankan, sehingga sektor riil kembali berputar. “Bergeraknya sektor riil ini akan memicu bergairahnya pasar saham di Indonesia,” ujarnya.

BI dalam RDG (Rapat Dewan Gubernur) siang ini mengambil kebijakan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,75%. Keputusan itu diambil di tengah laju inflasi yang membaik dan indikasi perbaikan ekonomi.

Pemangkasan BI rate ini sejalan dengan asumsi sejumlah analis. Peluang diturunkanya BI Rate memang cukup besar, mengingat tingkat inflasi bulan Juni tercatat 0,11%, sehingga inflasi year on year (Juni 2008-Juni 2009) hanya 3,65%.

Beberapa faktor positif yang mendukung penurunan BI rate adalah pertumbuhan ekonomi triwulan dua 2009 sebesar 3,4-4%, nilai tukar rupiah yang akan stabil dan CAR perbankan nasional yang membaik ke 17% dan NPL yang masih di bawah 5%. Selain inflasi yang terus melunak yakni year to date 2,1%, dan prediksi inflasi ke depan di kisaran 5-7%.

Menurut Pardomuan, gerak lapang BI atas suku bunganya juga didukung kebijakan penurunan harga BBM sebanyak dua kali pada Desember 2008 kemarin, yang mengurangi tekanan pada inflasi.

“Stimulus ekonomi ini akan menjadi pegangan para investor untuk kembali masuk ke pasar saham dan mengangkat indeks saham di Bursa Efek Indonesia,” katanya.

Rendahnya suku bunga dan inflasi membuat pelaku pasar melepas dolar dan kembali masuk bursa. Kondisi ini akan membuat tekanan terhadap rupiah berkurang. Para analis pun memperkirakan, di hari-hari mendatang, indeks akan berfluktuasi di level 2.036-2.072. Lantas, dalam situasi seperti sekarang, saham apa yang layak dimainkan investor?

Selain pertambangan, perbankan, dan telekomunikasi, para analis merekomendasikan investor untuk menggoleksi saham ritel. Sebab, rendahnya inflasi memberikan berpengaruh positif terhadap bisnis ritel.

Di paruh kedua tahun ini, penjualan ritel diyakini akan meningkat. Apalagi hari liburan anak-anak sekolah telah tiba. “Biasanya, 40% pendapatan emiten ritel diperoleh ketika ada momen besar,” kata seorang analis. (sumber inilah .com)

 
Image
 
executive class
 
executive class
 
Kelas Berbagi adalah sebuah kelas dengan materi pengetahuan tentang dasar – dasar perdagangan di Bursa Berjangka Jakarta. Yang merupakan sebuah peluang bisnis di Indonesia yang masih relative baru , dan masih sangat jarang masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan lebih detail mengenai mekanisme perdagangan dan peluangnya. Kelas berbagi juga hadir dalam 'Kelas Berbagi Online' dimana kelas dilaksanakan secara online, sehingga tidak membatasi bagi mayarakat dimanapun dan kapanmun untuk mengikuti kelas beragi, sehingga masyarakay yg memiliki mobilitas tinggi atau berada jauh dari kantor Asia Berbagi, namun ingin belajar tetap dapat mengikuti kelas tanpa terbatas oleh adanya jarak dan waktu..
 
 

Market News

Indeks BEI Dibuka Turun 0,14 Persen
11 March 2010 08:51
Jakarta (ANTARA)- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis pada pembukaan pasar turun, karena pelaku pasar melepas sahamnya terutama saham industri pertambangan, meski saham-saham di Wall Street menguat.

IB PROGRAM
Asia Berbagi hadir pertama kali di Yogya sebagai sebuah team kecil yang memfasilitasi sarana bagi mereka yang mempunyai mimpi besar dengan target memiliki kebebasan waktu dan finansial untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan mengusung program IB sebagai langkah awal dari program kerja dari tim Asia Berbagi, merupakan sebuah kebahagiaan untuk berbagi program ini kepada Anda semua, demi untuk mencapai mimpi – mimpi besar kita semua, dan untuk mencapai kebebasan financial dengan hati yang damai.
Introduction Broker (IB) adalah orang yang berperan menyampaikan pesan program kerja dari Asia Berbagi dan  menjadi  partner  bagi Asia Berbagi dalam pengembangan  sebuah program edukasi, yang dikemas dalam bentuk Kelas Berbagi dan Workshop Berbagi.
Untuk meraih mimpi besar tersebut,  Asia Berbagi memiliki sarana pendukung  kerja untuk memudahkan kerja IB  berupa IB Media dan Program Asia Berbagi.

baca selengkapnya


 
Disclaimer | Contact | Sitemap

ASIABERBAGI

Indonesia 2008 © Copyright Asiaberbagi.com
email : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
 
Kantor Yogyakarta :
Ruko Perwita Regency B8, Jl. Parangtritis km 4,5 Yogyakarta
Phone/Fax: (0274) 412665
 
 


 

Bandung :

Phone : (022) 9392 6777