Butet Kartaredjasa (aktor) :

Awalnya saya termasuk "forex phobia". Dengar ajakan masuk ke forex langsung: No!!! Tidak!!! Soalnya, sebelumnya saya pernah mencicipi bagaimana pahitnya terjerumus dalam bisnis index hangseng. Saya mengalami kerugian yang suuaangaaaat besar. Besar sekali duit hilang di situ. Saya sudah bonyok-bonyok, dan sudah berikrar tak akan lagi bersinggungan dengan index hangseng atau sejenisnya, termasuk "binatang" forex itu.

Tapi, belakangan hari, setelah saya menjenguk bagaimana bisnis ini dijalankan melalui ‘kelas berbagi’ selama 4 hari, saya jadi ngeh. Ternyata saya tidak perlu takut. Malah saya melihat peluang bahwa seseorang bisa menyelamatkan kehidupan ekonominya dari trading di forex. Apalagi, di era digital sekarang ini, prospek bisnis online...  baca selengkapnya

baca testimonial lainnya

Overview

Industri berjangka di Indonesia sudah semakin berkembang sesuai dengan jamannya. Dukungan dari pemerintahpun semakin jelas dalam bentuk peraturan maupun sarana penjamin bagi keamanan nasabah. Pengembangan dari instrumen investasipun semakin menunjukkan perbaikan untuk kepentingan dan kemudahan bagi para pelakunya. Dalam hal ini yang dimaksud pelaku adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnisnya yang berfungsi sebagai fasilitator ataupun pelaku dalam hal ini adalah nasabahnya atau pengguna dari bisnis yang disediakan oleh perusahaan pialang...

baca selengkapnya


  
  


AFFILIATES

Jikustik
HD Capital
Shooter Billiard and Lounge
Harumdana Berjangka
Harumdana Berjangka

 

 

Headline News: Nasabah Tidak Puas dengan Proses Mediasi dari PT Asia Kapitalindo
Pelaku Hati-hati, Rupiah Stabil

Kamis, 15 Juli 2010 | 10:14 WIB
SHUTTERSTOCK

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (15/7/2010) pagi masih stabil seperti kemarin, karena pelaku pasar tetap hati-hati melakukan transaksi, meski euro menguat terhadap dollar AS, setelah data penjualan AS melemah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar turun delapan poin menjadi Rp 9.048-Rp 9.058 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.040-Rp 9.050.

Dirut Finan Corpindo Nusa, Edwin Sinaga di Jakarta, mengatakan, penjualan ritel AS selama Juni 2010 turun 0,5 persen dari Mei lebih buruk dari prakiraan analis sekitar 0,2 persen. "Data penjualan ritel Juni menunjukkan bahwa perekonomian AS masih tak menentu," ucapnya.
      
Bank Sentral AS (The Fed) juga memperkirakan tingkat pengangguran akhir tahun ini menjadi 9,2-9,5 persen yang menimbulkan kekhawatiran baru mengenai pemulihan ekonomi Amerika dan global, katanya.

Edwin Sinaga mengatakan, posisi rupiah sedikit terkoreksi setelah pada Rabu sore menguat hingga di level Rp 9.040 per dollar AS. "Namun pergerakan kedua mata uang itu baik rupiah maupun dollar berada dalam kisaran sempit, karena faktor baru yang kuat masih belum muncul," ucapnya.

Meski demikian, lanjut dia peluang rupiah masih besar untuk bisa naik, asalkan faktor eksternal tetap memberikan dukungan positif ditambah dengan faktor baru dari internal yang kuat memicu rupiah bergerak naik. "Kami optimis masih ada peluang bagi rupiah untuk bisa mendekati angka Rp 9.000 per dollar," ucapnya.
      
Peluang rupiah untuk naik lagi, lanjut dia sebenarnya tetap ada namun kapan waktunya untuk meningkat masih belum dapat dipastikan. "Karena itu pergerakan rupiah di pasar cenderung menyempit dalam kisaran antara Rp9.050-Rp9.100 per dollar," ucap Edwin.
 
Image
 
executive class
 
executive class
 
Kelas Berbagi adalah sebuah kelas dengan materi pengetahuan tentang dasar – dasar perdagangan di Bursa Berjangka Jakarta. Yang merupakan sebuah peluang bisnis di Indonesia yang masih relative baru , dan masih sangat jarang masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan lebih detail mengenai mekanisme perdagangan dan peluangnya. Kelas berbagi juga hadir dalam 'Kelas Berbagi Online' dimana kelas dilaksanakan secara online, sehingga tidak membatasi bagi mayarakat dimanapun dan kapanmun untuk mengikuti kelas beragi, sehingga masyarakay yg memiliki mobilitas tinggi atau berada jauh dari kantor Asia Berbagi, namun ingin belajar tetap dapat mengikuti kelas tanpa terbatas oleh adanya jarak dan waktu..
 
 

Market News

Perbanas: Cegah Nasabah Menabung Dolar Terkait Redenominasi
16 August 2010 13:00
Sabtu, 14 Agustus 2010 22:12 WIB | Ekonomi & Bisnis | Moneter | Dibaca 1104 kaliManado (ANTARA News) - Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional Sulawesi Utara, Fery Keintjem, mengatakan pemerintah perlu meningkatkan batas penjaminan dana nasabah di bank sebagai salah satu upaya mencegah masyarakat menabung dolar sebagai dampak redenominasi rupiah. "Rencana redenominasi rupiah oleh Bank Indonesia membuat nasabah mulai melirik tabungan dalam bentuk dolar," kata Fery di Manado, Sabtu.

IB PROGRAM
Asia Berbagi hadir pertama kali di Yogya sebagai sebuah team kecil yang memfasilitasi sarana bagi mereka yang mempunyai mimpi besar dengan target memiliki kebebasan waktu dan finansial untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan mengusung program IB sebagai langkah awal dari program kerja dari tim Asia Berbagi, merupakan sebuah kebahagiaan untuk berbagi program ini kepada Anda semua, demi untuk mencapai mimpi – mimpi besar kita semua, dan untuk mencapai kebebasan financial dengan hati yang damai.
Introduction Broker (IB) adalah orang yang berperan menyampaikan pesan program kerja dari Asia Berbagi dan  menjadi  partner  bagi Asia Berbagi dalam pengembangan  sebuah program edukasi, yang dikemas dalam bentuk Kelas Berbagi dan Workshop Berbagi.
Untuk meraih mimpi besar tersebut,  Asia Berbagi memiliki sarana pendukung  kerja untuk memudahkan kerja IB  berupa IB Media dan Program Asia Berbagi.

baca selengkapnya


 
Disclaimer | Contact | Sitemap

ASIABERBAGI

Indonesia 2008 © Copyright Asiaberbagi.com
email : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Phone : (022) 9392 6777