Butet Kartaredjasa (aktor) :

Awalnya saya termasuk "forex phobia". Dengar ajakan masuk ke forex langsung: No!!! Tidak!!! Soalnya, sebelumnya saya pernah mencicipi bagaimana pahitnya terjerumus dalam bisnis index hangseng. Saya mengalami kerugian yang suuaangaaaat besar. Besar sekali duit hilang di situ. Saya sudah bonyok-bonyok, dan sudah berikrar tak akan lagi bersinggungan dengan index hangseng atau sejenisnya, termasuk "binatang" forex itu.

Tapi, belakangan hari, setelah saya menjenguk bagaimana bisnis ini dijalankan melalui ‘kelas berbagi’ selama 4 hari, saya jadi ngeh. Ternyata saya tidak perlu takut. Malah saya melihat peluang bahwa seseorang bisa menyelamatkan kehidupan ekonominya dari trading di forex. Apalagi, di era digital sekarang ini, prospek bisnis online...  baca selengkapnya

baca testimonial lainnya

Overview

Industri berjangka di Indonesia sudah semakin berkembang sesuai dengan jamannya. Dukungan dari pemerintahpun semakin jelas dalam bentuk peraturan maupun sarana penjamin bagi keamanan nasabah. Pengembangan dari instrumen investasipun semakin menunjukkan perbaikan untuk kepentingan dan kemudahan bagi para pelakunya. Dalam hal ini yang dimaksud pelaku adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnisnya yang berfungsi sebagai fasilitator ataupun pelaku dalam hal ini adalah nasabahnya atau pengguna dari bisnis yang disediakan oleh perusahaan pialang...

baca selengkapnya


  
  


AFFILIATES

Jikustik
HD Capital
Shooter Billiard and Lounge
Harumdana Berjangka
Harumdana Berjangka

 

 

Headline News: Nasabah Tidak Puas dengan Proses Mediasi dari PT Asia Kapitalindo
Kenaikan TDL TDL Naik, PHK Makin Banyak

Kamis, 15 Juli 2010 | 08:08 WIB
SHUTTERSTOCK
i

JAKARTA, KOMPAS.com — Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) tetap berharap pemerintah tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Sebab, jika hal ini dilakukan, industri mebel terancam bangkrut sehingga harus melakukan PHK karyawan.

Menurut Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahjono, saat ini industri mebel mampu menyerap tenaga kerja langsung sekitar 3 juta orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 8 juta orang. Jika kenaikan TDL terjadi, Ambar mengatakan, pada tahap awal setidaknya akan ada PHK sekitar 400.000 karyawan.


Selain ancaman PHK, kenaikan TDL juga membuat target ekspor mebel tidak tercapai. Awalnya, Asmindo menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 20 persen pada tahun ini. Sepanjang tahun lalu, nilai ekspor mebel dan produk kerajinan Indonesia sebesar 2,254 miliar dollar AS. Nah, apabila TDL naik, pertumbuhan ekspor tahun ini bisa negatif. "Kalau TDL naik, pertumbuhan ekspor mebel bisa minus 20 persen," ujarnya.

Selama ini, pasar utama untuk ekspor mebel Indonesia adalah Amerika dan Eropa. Dari total ekspor Indonesia, Ambar mengatakan, sekitar 30 persennya diekspor ke pasar Amerika dan sekitar 25 persennya ke Eropa.

Asmindo sedang berupaya melakukan diversifikasi pasar ekspor ke Rusia, China, dan Karibia. "Rusia itu ekonominya masih cukup bagus dan stabil, dan di sana banyak orang kaya," kata Ambar.

Di pasar China, Asmindo sudah menggelindingkan produk-produk Indonesia. "Targetnya kita bisa memperbesar nilai ekspor ke China sekitar 60 persen dari yang sekarang," ujarnya. Saat ini, nilai ekspor mebel Indonesia ke China hanya sekitar 15 juta dollar AS. Namun, Ambar mengatakan, untuk bisa menggarap pasar China setidaknya dibutuhkan waktu sekitar enam bulan. (Herlina KD/Kontan)
 
Image
 
executive class
 
executive class
 
Kelas Berbagi adalah sebuah kelas dengan materi pengetahuan tentang dasar – dasar perdagangan di Bursa Berjangka Jakarta. Yang merupakan sebuah peluang bisnis di Indonesia yang masih relative baru , dan masih sangat jarang masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan lebih detail mengenai mekanisme perdagangan dan peluangnya. Kelas berbagi juga hadir dalam 'Kelas Berbagi Online' dimana kelas dilaksanakan secara online, sehingga tidak membatasi bagi mayarakat dimanapun dan kapanmun untuk mengikuti kelas beragi, sehingga masyarakay yg memiliki mobilitas tinggi atau berada jauh dari kantor Asia Berbagi, namun ingin belajar tetap dapat mengikuti kelas tanpa terbatas oleh adanya jarak dan waktu..
 
 

Market News

Perbanas: Cegah Nasabah Menabung Dolar Terkait Redenominasi
16 August 2010 13:00
Sabtu, 14 Agustus 2010 22:12 WIB | Ekonomi & Bisnis | Moneter | Dibaca 1104 kaliManado (ANTARA News) - Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional Sulawesi Utara, Fery Keintjem, mengatakan pemerintah perlu meningkatkan batas penjaminan dana nasabah di bank sebagai salah satu upaya mencegah masyarakat menabung dolar sebagai dampak redenominasi rupiah. "Rencana redenominasi rupiah oleh Bank Indonesia membuat nasabah mulai melirik tabungan dalam bentuk dolar," kata Fery di Manado, Sabtu.

IB PROGRAM
Asia Berbagi hadir pertama kali di Yogya sebagai sebuah team kecil yang memfasilitasi sarana bagi mereka yang mempunyai mimpi besar dengan target memiliki kebebasan waktu dan finansial untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan mengusung program IB sebagai langkah awal dari program kerja dari tim Asia Berbagi, merupakan sebuah kebahagiaan untuk berbagi program ini kepada Anda semua, demi untuk mencapai mimpi – mimpi besar kita semua, dan untuk mencapai kebebasan financial dengan hati yang damai.
Introduction Broker (IB) adalah orang yang berperan menyampaikan pesan program kerja dari Asia Berbagi dan  menjadi  partner  bagi Asia Berbagi dalam pengembangan  sebuah program edukasi, yang dikemas dalam bentuk Kelas Berbagi dan Workshop Berbagi.
Untuk meraih mimpi besar tersebut,  Asia Berbagi memiliki sarana pendukung  kerja untuk memudahkan kerja IB  berupa IB Media dan Program Asia Berbagi.

baca selengkapnya


 
Disclaimer | Contact | Sitemap

ASIABERBAGI

Indonesia 2008 © Copyright Asiaberbagi.com
email : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Phone : (022) 9392 6777