Yesterday's Review
Secara umum GBP hanya sedikit menguat terhadap dollar AS yaitu sebesar 25 poin saja atau hanya 0.27%, pada perdagangan mingguan pair GBP/USD yang berakhir Sabtu dini hari tadi (21-27 Juni,WIB). Dengan harga pembukaan yang berkisar di 1.6480 dan ditutup pada 1.6525, pergerakan pair GBP/USD terpantau sangat defensif dengan terbentuknya pola grafik double top dan double bottom.
Pola defensif ini terjadi pada pasangan mata uang GBP/USD ini , secara umum karena dilatarbelakangi oleh adanya pesismisme terhadap perekonomian Inggris dalam hal pengendalian inflasi. Namun dilain pihak adanya sedikit peningkatan performa pada sektor properti dan keuangan, mampu mempengaruhi pergerakan kurs secara signifikan.
Naiknya indikator BBA Mortgage Approvals menjadi 31.2K padahal diperkirakan sebelumnya hanya akan naik menjadi 29.5K dari 29.0K, memperoleh respon positif investor dengan pengutaan Sterling. Demikian juga rilis BOE Financial Stability Report yang menunjukkan adanya peningkatan pada pengucuran pinjaman di Inggris mendapat respon yang positif juga.
Perdagangan pair GBP/USD pada minggu depan (30 Juni - 4 Juli) terdapat beberapa isu yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan kurs dengan cukup signifikan.
Hal tersebut beberapa diantaranya adalah Mortgage Approvals, Nationwide HPI m/m, Current Account, Final GDP q/q, Halifax HPI dan Manufacturing PMI. Dimana secara umum fundamental ekonomi Inggris diperkirakan masih mixed.Dengan demikian potensi terjadinya pola-pola reversal pada perdagangan pasangan mata uang GBP/USD minggu depan cukup terbuka. Namun perlu diwaspadai pola-pola konsolidasi jangka pendek yang berpotensi break out. Dimana Resistent dan Support di level R3=1.6781, R2=1.6735, R1=1.6688 dan S1= 1.6388, S2=1.6342, S1= 1.6295 Zona pertumbuhan ekonomi Eropa cenderung negatif06 October 2008
Kuatnya signal Eropa untuk melakukan pemangkasan suku bunga gunan peningkatan pertumbuhan ekonomi membuat posisi eropa tertekan. Hal ini menjukkan secara keseluruhan kondisi perekonomian eropa berada...
Tren pergerakan harga bulan ini bearishHarga minyak yang terus jatuh akibat turunya permintaan menjadi indikasi akan adanya resesi global da ini menjadi kekawatiran/perhatian dunia saat ini. Krisis ekonomi US dan usaha Bill out yang telah di setujui menjadi perhatian dunia saat ini. Sebab krisis keuangan (Kredit) yang...
AFFILIATES
|
Daily Analysis TARGET DAILY GBP/USD
| H
| -
| 1.5679 | Harga Closing
| R3
| -
| 1.5648
| | | | | Low
| | | | | L | -
| 1.5570
| | R2 | -
| 1.5636
| | | | | | | | | C
| - | 1.5581 | Prediksi
| R1 | -
| 1.5623
| | | | | Pergerakan | | | | | | | | Down
| S1
| -
| 1.5539
| | | | | | | | | | | | |
| S2
| -
| 1.5527
| | | | | | | | | | | | | | S3
| -
| 1.5514
| updated : 16 Agustus 2010
| | | |
Prediksi pergerakan harga GBP/USD untuk tgl 16 Agustus 201016 August 2010
Salam Berbagi, Penutupan harga pada hari Jumat tgl 13 agustus 2010 , berada di level harga bawah, sehingga untuk pergerakan hari senin tgl 16 Agustus 2010 , asumsinya adalah Untuk resisten hari ini ada di level harga : R1 1.5623, R2 1.5636, R3 1.5648 dan Untuk level supportnya hari ini ada di harga : S1 1.5539, S2 1.5527, S3 1.5514 Selamat Bertransaksi semoga berhasil .....amin
TRADING NOTE DATA UPDATE GBP/USD 12.00 - 16.00 WIB | H
| - | 1.5602 | Close | | R3
| -
| 1.5626 | L
| -
| 1.5536 | high
| | R2 | -
| 1.5618 | C
| -
| 1.5585 | Prediksi Pergerakan | | R1 | -
| 1.5610 | | | | | Up
| | | | | | | | | | | S1
| -
| 1.5560 | | | | |
| | S2
| - | 1.5552 | | | | | | | S3
| -
| 1.5544 | Updated 16 Agustus 2010
| | | | |
Perbanas: Cegah Nasabah Menabung Dolar Terkait Redenominasi16 August 2010
Sabtu, 14 Agustus 2010 22:12 WIB | Ekonomi & Bisnis | Moneter | Dibaca 1104 kaliManado (ANTARA News) - Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional Sulawesi Utara, Fery Keintjem, mengatakan pemerintah perlu meningkatkan batas penjaminan dana nasabah di bank sebagai salah satu upaya mencegah masyarakat menabung dolar sebagai dampak redenominasi rupiah. "Rencana redenominasi rupiah oleh Bank Indonesia membuat nasabah mulai melirik tabungan dalam bentuk dolar," kata Fery di Manado, Sabtu.
|
Bank Capital Buka-bukaan Soal Dana Misterius Grup Bakrie |
Kamis, 15/07/2010 08:45 WIB Herdaru Purnomo - detikFinance
Foto: Reuters Jakarta - Dana misterius milik Grup Bakrie di Bank Capital yang mencapai Rp 6,884 triliun sempat menghebohkan. Mengapa sampai ada 'selisih' dana yang sedemikian besar?
Dirut Bank Capital Nico Mardiansyah pun akhirnya angkat bicara. Menurut Nico, yang terjadi sebenarnya hanyalah perbedaan data dan pihaknya sudah melakukan pengecekan.
Baik Bank Capital maupun PT Bakrie and Brothers pun telah melakukan klarifikasi atas dana misterius tersebut kepada Bursa Efek Indonesia. "Angka deposito di BACA adalah hasil dari catatan laporan keuangan perusahaan-perusahaan portofolio kami yang dikonsolidasikan dalam laporan keuangan BNBR," ujar Presiden Direktur/CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Bobby Gafur Umar dalam penjelasannya yang dikutip detikFinance, Kamis (15/7/2010). "Apa yang terjadi saat ini bahwa memang masalah ada perbedaan data dan kita sudah melakukan pengecekan," ujar Nico yang dihubungi terpisah oleh detikFinance. Seperti diketahui, berdasarkan laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten grup Bakrie alias Bakrie 7 tercatat memiliki deposito berjangka di BACA sebesar Rp 9,055 triliun. Dengan posisi deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun, maka seharusnya dalam laporan keuangan triwulan I-2010 BACA juga tertera setidaknya ada angka deposito berjangka sebesar Rp 9,055 triliun. Belum kalau ada nasabah lainnya, jumlahnya seharusnya lebih besar dari Rp 9,055 triliun. Namun anehnya, BACA hanya mencatat posisi deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BACA sebesar Rp 2,694 triliun. Kalau memang demikian adanya, berarti ada selisih yang "hilang" sebesar Rp 6,884 triliun. Nico menjelaskan, apa yang dicatatkan oleh Bank Capital untuk dana grup Bakrie sudah benar. Awalnya, pihaknya langsung mengecek setelah berita soal dana misterius grup Bakrie itu muncul. Bank Capital semula tidak mengetahui bagaimana bisa terjadi perbedaan pencatatan dengan milik grup Bakrie. "Saya baca di media, Kita jelasin di cek dulu, setelah di cek data kita ternyata laporan kita benar. Langsung lah pada saat ini kita konfirmasi nasabah perbedaan angka ini, maka nasabah langsung melakukan penelaaahan," ungkapnya. Pihak Bakrie Grup juga sudah melakukan penelaahan, sementara BEI juga sudah mempelajari dokumen yang disampaikan Bank Capital. "Laporan keuangan kita per Maret 2010 itu benar adanya dan sudah diteruskan ke nasabah (Bakrie Group), dan nasabah langsung melakukan penelaahan. Kita juga sudah sampaikan ke BEI," jelaskan Nico yang juga mengaku merasa tidak nyaman dengan adanya perbedaan pencatatan ini. Ia mengakui Bank Indonesia sempat menanyakan adanya selisih dana yang besar tersebut kepada Bank Capital. "BI juga sebagai otoritas moneter mereka menanyakan dan sudah kita jelasin dan kita kan mempunyai dokumen-dokumennya," imbuhnya. Saat ditanya mengenai apakah dana milik Grup Bakrie mencapai Rp 6 triliun lebih, Nico hanya mengatakan bahwa posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Capital tidak sebesar itu. Namun ia menolak memberikan rincian dana milik Grup Bakrie sesuai dengan ketentuan BI. "Yang jelas posisi DPK kita tidak sebesar itu. Nah sudah disampaikan mereka, tapi kata mereka ada time different, ini laporan per 31 Maret," jelasnya. Nico menambahkan, Grup Bakrie sendiri sebenarnya bukan nasabah lama mereka. Grup Bakrie baru menjadi nasabah mereka ketika melakukan rights issue pada tahun 2010 ini. |
|